Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Mei 23, 2009

Biru...



Aku benci jika hari seperti ini muncul. Hari di mana aku sangat merindukanmu. Dengan segala khayalan, dan "putaran film" saat kita berdua beberapa waktu lalu, yang terus-menerus "menari" dan "berdansa" di kepalaku.

Ditambah dengan rasa menggebu ingin memeluk tubuhmu yang juga memeluk tubuhku. Rasa yang kian memuncak, membara hingga membuat amarahku pun kembali berada di titik klimaksnya.

Kembali aku harus bersusah payah untuk menidurkan semua rasa yang tiba-tiba muncul, bagai maling yang memasuki rumah, yang jelas tanpa undangan, dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Mungkin selama ini aku terlihat seperti tak membutuhkanmu, tapi aku bertopeng. Mungkin selama ini aku terlihat kuat untuk memenuhi semua keinginanmu, dengan berusaha tak merengek padamu, biarkanmu mempunyai dunia sendiri, tapi itu semua karena aku gengsi. Dan karena ingin disebut sebagai bukan perempuan menye-menye.

Meskipun aku tahu, aku akan kembali berhasil memadamkan bara rinduku, hanyutkan amarah, walau tanpa aliran hujan.

Aku hanya bisa tuliskan dalamnya hatiku, yang sedang aku dengarkan dengan baik saat ini. Dan yang masih katakan bahwa aku merindumu.

imu, ilu, and want u...

Jumat, Mei 08, 2009

Ada Yang Masuk Teve...

Hei, buat kamu yang nyebelin di luar sana, yang ngga tau harus dingertiin pake cara apa lagi. Aku cuma mau ngasih tau kamu, kalo hari ini kamu ada di teve. Iya, kamu masuk teve.

Sumpah nyebelin abis.

Gak tau kenapa, tiba-tiba long term memory-ku kebuka semua. Dari waktu kita di rumah kamu, sebelum kita resmi jalan bareng, kita nonton di Velvet, ngomel-ngomelnya aku karena kita gak bisa tahun baruan bareng, tapi tergantikan dengan senangnya melewati hari pertama di awal tahun bareng kamu, kamu nyanyiin aku sambil main gitar, sampe gimana senengnya aku waktu kamu masakin aku saat aku capekh abis ngerjain tugas akhir keparat aku waktu itu.

Nyebelin, acara Oprah Show yang lagi bahas tentang anjing, tiba-tiba jadi berubah semua tentang cerita kita beberapa waktu lalu itu.

Beneran, aku kangeeeeennnn banget sama kamu hari ini. Kangen sejadi-jadinya.

Dan beneran juga, aku gengsi setengah mati untuk ngirimin kamu e-mail atau sms bilang ini semua.

Anyway, I do really want you to know... I love you and miss you badly...

Rabu, Mei 06, 2009

Hate You...

Hei...sumpah ya, sumpah I do really hate you.

Once more, and read my lips carefully, I DO REALLY HATE YOU
.

Benci setengah mati aku sama kamu, yang selalu berhasil membuatku marah, berteriak sejadi-jadinya di dalam heningku, karena segala tingkah laku ataupun diammu yang super duper jumbo sangat menyebalkan.

Hati ini penuh benci, saat kamu membuatku klimaks. Klimaks sejadi-jadinya untuk terangsang berucap kata-kata gusar, yang sesungguhnya tak berasal dari hatiku. Sehingga aku harus melanggar doaku tiap malam, yang memintakanku dapat berkata kebaikan dan penuh cinta, penuh paham atasmu.

Seperti ingin menghunus pisau ke arahmu ketika kau selalu berhasil membuatku merasa bersalah, setelah amarahku terarah kepadamu. Dan yang membuatku berucap seribu maaf, yang aku sendiri bingung apakah memang harus aku lakukan?

Benci dari segala benci terhadap egomu yang dahsyat tak tertandingi, walau dengan seribu cara ala peri dan ratusan ribu tongkat ajaib malaikatku, tetap tak ada seujungnya pun yang bisa mengurangi kadarnya.

Sumpah, aku sungguh membencimu, karena kamu telah berhasil membuatku mencintamu, dengan berkedok rasa benci.

I hate you more...

Jumat, April 24, 2009

Dengan Segala Kejujuranku...

Jujur saat dua mata ini melihatmu 7 tahun lalu, saat seorang teman mengenalkanku padamu, saat deru ombak dan desau angin laut menerpa, aku telah jatuh kagum padamu.

Jujur, kamu memang tak membawa apa-apa saat itu. Mungkin hanya senyum yang bisa meluluhlantakkan aku, dan membuat hati ini bicara, aku ingin mendekat padamu, tapi tak ada dayaku sama sekali untuk lakukan itu, saat itu.

Dengan sejujurnya aku katakan padamu bahwa aku bingung setengah mati, saat kau mengajakku bertemu setelah obrolan kita di Yahoo Messanger yang kamu lakukan saat siangmu sedikit lengang.

Jujur aku tak tahu mengapa aku menyetujui ajakan perjumpaan itu, dan setengah mati aku benci bertemu denganmu lagi, setelah bertahun-tahun aku kehilanganmu. Dan kembali aku seketika luluh lantak saat melihatmu. Tatap matamu tak mampu aku pandang dengan keduamataku, karena jujur aku takut kembali mengagumimu. Ternyata, memang aku jatuh kagum lagi padamu, bahkan lebih dari dulu.

Ajakan-ajakan itu pun terus kamu lontarkan ke aku. Dan tak tahu mengapa, terus aku setujui. Hampir selalu. Jujur susah banget aku tolak, secara kamu pun kalo lagi ada maunya tetep keukeuh harus terlaksana, dan lagi-lagi kata-kata indahmu di sms yang kamu kirim, membuatku berbunga-bunga.

Dan jujur, rasa itu pun akhirnya bertambah dahsyat, saat permintaan dalam hatiku yang tak aku ucapkan, untuk kamu mencium kepalaku saat kamu lewat belakangku, saat aku duduk di kursi itu, ternyata sampai juga ke kamu, dan kamu lakukan.

Tak berhenti sampai sana, kamu membuatku berbunga. Saat akhirnya aku beranikan diri menempelkan kepalaku ke pundakmu, sambil memegang lengan tanganmu. Jujur, sudah lama aku tak merasakan nyamannya berada di dekat seseorang. Dan aku benci mengapa rasa itu ada saat aku denganmu. Mengapa harus kamu?

Aku benci, aku harus jujur mengatakan ini padamu, bahwa aku sulit untuk tak mementahkan logika, saat ia mengatakan bahwa aku telah jatuh cinta pada orang yang salah, saat ia mengatakan bahwa aku tak boleh bersamamu, dengan alasan apapun. Namun jujur, aku lebih memilih untuk memenangkan hati dan membuang logikaku jauh-jauh. Dan menyambut tanganmu untuk menggandengku berjalan di terik dan tandusnya jalanan di hadapan kita. Yang hanya berbekal segelas mimpi yang tak tahu kapan akan habis.

Jujur, aku menyesal mengapa tak jatuh cinta padamu sejak awal.

Dari aku,

Yang mengatakan ini dengan segala jujurku.

Selasa, April 21, 2009

Untuk Kamu..Iya Untuk Kamu...

Hai, apa kabar? Kamu pasti kaget, kenapa tiba-tiba aku kirimin kamu ini. Terus terang tiba-tiba aku keinget ini semua, dan semua kejadian yang pernah kita alami muncul di otakku.

Lucu aja kalo inget gimana pertama kalinya kamu nawarin untuk genggam tanganku, waktu kamu tau aku lagi kedinginan karena AC. Dan tawaran itu aku terima dengan rasa deg-deg-an gak karuan.

Banyak banget ya cerita yang kita alami. Lucu, sedih, norakh, rame, segala macem deh. Apalagi waktu itu, waktu di rumah kamu, saat kamu cium aku di depan temen-temen kita. Mereka sok gak liat lagi. Sumpah lucu banget, norakh tepatnya, kita berdua bener-bener gak peduli sama mereka, atau emang goblog nganggep mereka gak liat kita, hahahahaha.

Aku kangen saat kita berdua gak bareng-bareng. Saat kamu sibuk dengan segala urusanmu itu. Saat aku juga akhirnya terpaksa sibuk sendiri. Saat berhari-hari kamu gak ada berita ke aku. Marah siy marah, tapi kenapa aku gak pernah bisa benci kamu ya? Huh, nyebelin. Walaupun ada saat-saatnya kita sering banget bareng, tapi ya itu, kalo kamu lagi kumatnya, tau-tau pergi aja suka-suka, dan balik suka-suka.

Bingung, sumpah aku bingung banget, aku ini pacar kamu bukan ya? Dengan perlakuan kamu ke aku seperti itu, tapi aku tetap bukan siapa-siapa kamu. Sedikit protes, tapi tetap kamu gak peduli. Ternyata dari ketidakpedulian kamu itu, kamu mikirin hal yang juga aku pikirin. Kalau kamu sayang aku, bahkan kamu bilang you love me. Sumpah, aku seneng gak karuan. Tapi kok tetep ya kamu gak minta aku jadi pacar kamu.

Aku cuma bisa nunggu waktu itu. Kesel, tapi mau gimana lagi. Aku bener-bener cuma nunggu. Dan ternyata penantianku gak sia-sia, akhirnya kamu bilang lagi kamu bener-bener sayang aku, you love me dan minta aku jadi pacar kamu. Seneng, seneng sumpah seneng, dan gak tau mesti bilang apa. Eh, inget deh waktu itu aku bilang apa, "Ntar elo ninggal-ninggal gue terus, gak pernah ada waktu untuk gue."

Terus inget gak waktu itu kamu jawab apa? "Gak, aku bakal sempetin ngasih waktu buat kamu kok."

Dan akhirnya aku mengiyakan ajakan kamu, untuk jadi pacar kamu. Jadi seseorang yang spesial buat kamu. Itu kado akhir tahun terindah buat aku. Kamu udah nutup tahun itu dengan sempurna untuk aku. Ma kasih ya.

Iiiihhh jadi merinding, kalo inget ciuman kamu waktu itu.

Dari aku,

Yang lagi ketawa-tawa karena inget ini semua...