Minggu, Juni 14, 2009

Puisi Tanpa Judul...

Membuka-buka buku harian lama, dengan tujuan mencari coretan-coretan puisi yang dulu pernah saya tuliskan. Dan salah satunya, yang satu ini, yang memang tak berjudul.

----

Mungkin waktuku telah tiba...
Membiarkanmu membuka sayap...
Mengepakkannya...
Lalu terbang meninggalkanku...

Airmata yang tak tertetes...
Karena rekayasa senyum bibir...
Membuatku seolah tetap mampu berdiri...
Walau ku sadari, tetap remukkan hati...

Tak inginku biarkan malaikatku pergi...
Tak inginku kehilangan dirinya...
Kehabisan peluknya...
Dan berakhirnya ciuman itu...

Jangan pernah memintaku berhenti mencintamu...
Jangan pernah memintaku untuk lupakanmu...
Karena aku tak akan lakukan itu...
Hingga jiwa terpisah dari raga...

Terima kasih malaikatku...
Atas cintamu...
Atas segala tawa, canda, amarah dan air mata...
Atas arti pentingnya aku untukmu...

Jangan biarkan cintamu untukku pergi dari hatimu...
Walau yang lain mengisi hidupmu kelak...
Biarkan kaki kita melangkah..
Sesuka hati mereka...

Karena mungkin mereka akan satukan kita...
Satukan cinta kita...
Lagi...
Untuk kesekian kalinya...

----

"Lumi, lumayan keren, tapppiiii, pertanyaan selanjutnya adalah, ini gue tulis dalam rangka apa ya, kapan, di mana, buat siapa? Hahahahahaha."

"Heheheh, akhirnya inget ding. Mudah-mudahan bener yang diinget."

"Occchhhaaaa begooo!!!"

"Btw, bagusan dikasih judul apa yah?"

2 komentar:

Handika Aditya mengatakan...

Gimana kalo judulnya 'mungkin nanti'?

Mungkin aja kan 'mereka' itu bisa ketemu lagi nanti?
siapa tau?
;)

Rufina Anastasia Rosarini mengatakan...

hehehehe...thanks for the suggestion..and thanks for visiting my blog..

Ketemu lagi? Really wish...but not in this world...i want it in Nirvana...